| |
 |
Keanggotaan |
|
 |
|
|
|
|
[ Lihat Buku tamu | Tulis Buku tamu ]Ditemukan 151 Buku tamu dalam arsip 
15 February 2010 15:32 Garda Papua garda.biak@yahoo.com |
| Tetap Berlawan |
Bung, Kalau bisa di update beritanya yah. Kami yang jauh dari perlu sekali informasi .
salam
Garda Papua
www.gardapapua.org |
31 January 2010 21:07 slamet seribu.pintu@yahoo.com |
| jual hasil panen belut |
| saya anggota kelompok tani mulia abadi madiun, bulan nop 2009 kelompok kami tebar bibit belut 170kg dan bulan april 2010 perkiraan panen dan bagi siapa saja yang mau borong semua hasil panen nanti silahkan hub email; seribu.pintu@yahoo.com |
30 January 2010 18:44 EDY SUWARDI satufki@gmail.com |
| SIARAN PERS |
SIARAN PERS DPP FKI-1
FKI-1 MINTA MENDIKNAS PERIKSA PEJABAT DEPDIKNAS
M.Julian Manurung : Surat ke Presiden Redaksinya Kacau
Jakarta (16/12) - Menteri Pendidikan Nasional Prof. Dr. Ir. M.Nuh diminta lebih selektif dalam melaksanakan tugas-tugasnya, khususnya sebelum menandatangani surat-surat keluar, apalagi yang ditujukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Selain itu, Mendiknas saat ini yang juga dari unsur akademisi agar segera memeriksa aparaturnya yang diduga melakukan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) dalam proses pencalonan Rektor Universitas Negeri.
”Mendiknas sebaiknya lebih teliti dalam menandatangani surat-surat keluar, apalagi yang ditujukan kepada Presiden SBY. Jangan sampai kesalahan redaksi surat menyurat Mendiknas akan jadi bumerang bagi Presiden SBY dalam memimpin negeri ini hanya karena ulah KKN oknum-oknum pejabat di Depdiknas,” ujar M. Julian Manurung, Ketua Umum DPP FKI-1 (16/12) di Jakarta seraya mengungkapkan bahwa organisasi yang dipimpinnya mendapat masukan dari masyarakat bahwa pada tanggal 11 November 2009 Mendiknas mengirimkan surat kepada Presiden SBY mengusulkan calon Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tetapi dalam surat tersebut redaksinya sangat kacau bahkan terkesan mendikte Presiden SBY untuk menetapkan salah satu calon rektor walau mencantumkan dua nama calon lainnya.
”Memalukan sekali kalau benar Mendiknas menandatangani surat yang ditujukan kepada Presiden tanpa menelaah secara seksama materi isi suratnya,” ungkap Julian Manurung dengan nada heran.
M. Julian Manurung juga menyebutkan dugaan KKN di Depdiknas terkait pencalonan dan pengajuan calon Rektor Universitas Negeri ke Presiden sudah berlangsung lama dan ini harus dibenahi karena universitas sebagai lembaga pendidikan harus bersih dari segala kepentingan-kepentingan yang akan merusak SDM yang akan dilahirkan.
”Dugaan KKN di Depdiknas juga kasat mata terlihat dari surat kepala biro kepegawaian Depdiknas bernomor : 75537/A4.2/2009 tertanggal 15 November 2009 yang ditandatangani oleh Mashudi Maschab yang ditunjukan ke Rektor Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto Jawa Tengah,” kata Julian Manurung dengan menguraikan, surat Kepala Biro Kepegawaian Depdiknas atas nama Sekretaris Jenderal Depdiknas ke Rektor Universitas Jenderal Sudirman (Unsoed) Purwokerto, menyebutkan bahwa calon rektor Unsoed masih dalam proses pertimbangan dan penilaian Sekretaris Kabinet selaku Sekretaris Tim Penilai Akhir (TPA) dan Sekretaris Kabinet selaku Sekretaris TPA masih membutuhkan informasi tambahan berkaitan dengan proses pemilihan calon rektor Unsoed apakah sudah sesuai prosedur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
”Aneh-aneh aja, simsalabim oknum Depdiknas yang membuat surat tersebut. Diduga surat itu sebuah skenario yang memiliki muatan-muatan untuk mencapai tujuannya. Apa iya Sekretaris Kabinet yang konon selaku Sekretaris TPA membutuhkan informasi seperti itu ?” tegas M.Julian Manurung dengan meminta agar Mendiknas segera memeriksa oknum-oknum pejabat Depdiknas terkait pencalonan Rektor Universitas Negeri yang diduga sarat masalah agar lembaga pendidikan di negeri ini tidak jadi ajang KKN baru.
16 Desember 2009
ttd,
Ketua Umum DPP FKI-1
(M. Julian Manurung)
Sekretariat:Gd.Dewan Pers.Jl.Kebon Sirih No:32-34 Jakarta Pusat.Tlp:0213503349, 3864167.Hp.0818798586.Emai:satufki@gmail.com.Website:www.apindonesia.com.
|
20 January 2010 22:59 RedPad pemuda_bergerak@yahoo.co.id |
| salam |
| salam perjuangan dari tanah borneo. jika anda berkenan sila kunjungi homepage kami di http://red-pad.blogspot.com/ |
20 January 2010 11:38 Hendreo. SE, MM chendreo@yahoo.co.id |
| Jarang di Update |
| saya merupakan salah satu putra Kal-Bar tepatnya sanggau yang sanggat merasakan dampak dari masuknya perusahaan perkebunan di Kab. Sanggau. topik-topik yang diangkat Prakarsa Rakyat sangat baik, tetapi mengapa sangat jarang diabdate....????? |
4 January 2010 21:14 BULKINI,SE bulkinise@yahoo.co.id |
| Gusdur |
| Semoga Arwah Gusdur diterima di sisinya dan kita yag ditinggalkan supaya bisa sadar dan insaf |
21 December 2009 19:37 Teguh wisnu twteguhwisnu@gmail.com |
| Salam kenal |
| Haloo slam kenal buat kawan-2 prakarsa rakyat nih, tolong webnya sering di update dong biar lebih menarik dan memberikan topik yang lebih hot serta pembicaraannya lebih oyektif |
20 August 2009 13:10 Adi Bangun jembersih@yahoo.co.id |
| APAKAH KAMI HIDUP DI PEMKAB MALING ? |
- Praktek korupsi di Pemkab Jember sejak era otoda - sampai kini, benar-benar sangat "luar biasa" marak. Baik dari segi jumlah yang melakukan, jumlah uang negara yg hilang, maupun dampak kerugian yang harus ditanggung oleh rakyat & daerah Jember.
- Penyelenggara Pemkab Jember yg kini terjerat/ tersangka korup : mantan/Bupati/Wabup, Ketua & wk. DPRD, Sekkab, Kepala Dinas : Perhub, Bapemas Diknas.
- Pelaku/Korupsi Pemkab Jember sudah menjadi rahasia umum utamanya di Jatim, dan kasus2 tersebut seringkali dilaporkan oleh berbagai LSM.
- sayangnya penegak hukum Jember maupun Jatim sangat tidak inten/serius untuk menjerat pelaku korup Pemkab Jember.
- Kalau semua pihak membiarkan korupsi marak, berari : .apakah kami hidup di Pemkab Maliiiing ?... |
26 July 2009 19:05 haris harismarkano@yahoo.co.id |
| revo sos 260709 |
| mungkinkah revolusi sosial akan terjadi? siapa yang pimpin, siapa yang dukung? rakyat sudah terlalu disakiti. ketimpangan sosial dan jurang kesejahteraan makin nyata. kebahagian semu mungkin jadi fakta. biaya hidup harian dan hasil pendapatan tidak imbang. rakyat miskin pelan-pelan. program pemerintah bagus diiklan tapi tidak sampai kerakyat secara merata. contoh gampang blt, kompor gas dll. ada yang tidak berhak malah dapat sedangkan yang butuh malah takdapat. kontrol sosial kurang,pemerintah bersih anti korupsi hanya harapan.perekonomian dikuasai oleh sebagian orang,laporan kurang ditanggapi dengan cepat dantegas. soal pendidkan gratis dan ayo sekolah/wajib belajar 9 th aja sampai hari ini masih banyak yang belum diterima dinegri. padahal mutunya juga tidak terlalu bagus.bekasi 26709 |
26 July 2009 18:39 haris harismarkano@yahoo.co.id |
| iklan pendidikan gratis (**rw.lumbu bks 260709***) |
| pada iklan pendidikan gratis ayo sekolah , pada kenyataannya bukan ayo sekolah tapi ayo sogok aja! yang tak punya uang sogok gak diterima. pada juknis penerimaan siswa online harus transparan dan berdasar nem aja, pada kenyataannya menyimpang diadakan tes tulis -tertutup dan ada indikasi kecurangan yaitu pada malamnya guru-guru mendatangi rumah murid menawarkan bantuan dg imbalan uang sekian juta. akhirnya yang sekolah yang kaya juga. lagu oma irama : yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin (Lanjutkan?) dunia pendiddikan : yang pintar makin pintar, yang makin bodoh (lanjutkan?) terus mau dibawa kemana dunia pendidikan dan bangsa kita? dari kecil akhlak anak sudah dirusak . kejujuran hanya slogan. pemimpin yang bilang pendidikan gratis diradio dan iklan ditv. rakyat dibawah dibodohi |
|