07 September 2010
..:: Jangan Terpengaruh Dagelan Politik ::...  ..:: Selamat Datang di Portal Forum Belajar Bersama Prakarsa Rakyat ::.. ..:: Untuk Memperoleh Buletin SADAR, Silahkan Download Langsung di Kanal Download atau Kanal Buletin SADAR bagian atas::..
 
 
Keanggotaan




Pendaftaran ...
Lupa Sandi ...
 
Mendesak Penyelidikan Menyeluruh atas Peristiwa Kekerasan di Buol
Kepada Yang Terhormat,
Kepala POLRI
Jenderal Polisi Drs.H. Bambang Hendarso Danuri, MM.
di-
J a k a r t a


Salam sejahtera,

Kami mengapresiasi langkah ...
 
M e n u
Beranda
Editorial
IP Rakyat
Kilat
Gender
Fokus
Opini
Politik Lokal
Dinamika Militer
Globalisasi
Kabar Dari Seberang
Polling
Info Buku
Suara Anda
Download
 

Diharapkan Peradilan Anak Tanpa Diskriminasi
Tanggal : 08 Feb 2010
Sumber : Kompas

Prakarsa Rakyat,

Senin, 8 Februari 2010 | 13:17 WIB

SURABAYA, KOMPAS - Persidangan dakwaan penganiayaan oleh DDY (9) sudah sepekan berlalu. Keluarga untuk sementara menerima putusan hakim Sutriadi Yahya yang mengembalikan DDY ke orangtua untuk pembinaan dan pengawasan. Menilik kasus ini, mereka berharap peradilan diterapkan tanpa diskriminasi.

Saat ini DDY yang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara tersebut sudah beraktivitas seperti biasa, belajar, bermain, dan berkumpul bersama keluarga. Meski demikian, keluarga belum bisa menghapus kejadian yang menyita perhatian dan tenaga mereka setelah DDY (9) menempelkan lebah ke pipi kawannya, DN (9), Maret 2009, yang menyebabkan pipi mantan teman sekelasnya itu membengkak.

Semula ayah dan ibu DDY, Seno Pranggono (45) dan Eny Sulistyawati (39), berharap persoalan itu diselesaikan secara kekeluargaan dan damai. "Kami sama sekali tidak berpikiran kasus ini akhirnya sampai ke pengadilan," tutur Eny, Minggu (7/2).

Seno maupun Eny tidak terlalu mengerti apakah akibat kenakalan yang dilakukan di sekolah SDN Dr Sutomo VIII, anaknya mengalami ketidakadilan di muka hukum. Mereka mempertanyakan, apakah lumrah, anak seusia DDY menjalani proses hukum panjang.

Jawab dengan Jujur

Sebagai orang biasa, mereka tak mengira harus bolak-balik ke kantor polisi, kejaksaan, dan pengadilan hanya karena perkara kecil. "Saya tidak mengatakan anak saya tidak bersalah sama sekali, tetapi apakah proses yang dialami anak saya berlaku juga untuk orang lain?" tuturnya.

Berbagai upaya perdamaian yang ditempuh, terutama dengan meminta maaf kepada ayah korban, Kompol Supardi Astiko yang bertugas di Polda Jatim. Akan tetapi, semuanya tidak mampu mencegah proses hukum sampai ke pengadilan.

Akhirnya DDY harus duduk di dalam Ruang Sidang Anak Pengadilan Negeri Surabaya, berhadapan dengan hakim. Seno dan Eny berusaha membesarkan hati DDY agar tidak takut saat sidang. "Saya menekankan tidak perlu takut, jawab saja semua dengan jujur," ujar Eny lagi.

Adil atau tidak, kenakalan anak-anak yang dilakukan putranya telah memberi pelajaran bagi DDY. Seno dan Eny tidak mengetahui apakah proses hukum kasus DDY dilaksanakan sesuai jalurnya, sekaligus mempertanyakan status DDY di masa mendatang, termasuk kemungkinan stempel terpidana pada putranya.

Mereka berharap kasus ini pelajaran bagi orang lain, dan jangan sampai terulang. "Kalau memang mau hukum ditegakkan, perlakuannya harus sama dan adil," pintanya. (BEE)

[ Indeks | Versi Cetak | Kirim ke Teman ]

 Share

 

 
BBM Sepeda Motor Mau ke Langit
Hari ini di pangkalan ojeg Desa Kamojing ...
Humor Politik ” Pinggiran” (1)
Ini cerita/ kisah diskusi para warga Rt 5 sebagai ...

Silahkan klik untuk mengetahui Agenda sesuai tanggal yang diinginkan
« Sep 2010 »
M S S R K J S
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
       
 
06 Sep 2010  Wayang Potehi Berjuang Mencari Penerus
03 Sep 2010  Mewarisi Semangat Sunan Kalijaga
03 Sep 2010  Kampung Cigugur, Persemaian Ajaran Kebaikan
 
06 Sep 2010  Jenazah TKI Korban Sita Dokumen Dipulangkan
06 Sep 2010  Merem Saja Bisa Memilih Ketua KPK
06 Sep 2010  Tabung Gas Marak Meledak, Industri Kompor Minyak Tanah Kembali Bangkit
06 Sep 2010  Sidney Jones: Penguatan Demokrasi dan Pemberantasan Korupsi Dapat Menghapus Terorisme di Indonesia
06 Sep 2010  TII: Pejabat Publik Banyak Gunakan Fasilitas Negara Saat Lebaran
06 Sep 2010  Wartawan Papua Demo PWI
06 Sep 2010  ICW Desak PDIP Tak Bela Kader Tersangka Korupsi
03 Sep 2010  TKI asal Lumajang Meninggal di Rumah Sakit Koja
03 Sep 2010  Blokade Jalan Tuntut THR
03 Sep 2010  Penghuni Rumah Liar Merasa Digantung
03 Sep 2010  Birokrasi: Pendataan Ketenagakerjaan Lemah
03 Sep 2010  LBH Desak Gubernur
03 Sep 2010  Dugaan Korupsi: Kasus di MUI Akan Diselesaikan Cepat
03 Sep 2010  Petani TLS Tagih Janji
03 Sep 2010  Perusahaan Diminta Segera Bagikan THR
 
Belajar Merebut Kekuasaan: Gerakan Rakyat Dalam Pusaran Krisis Ekonomi dan Politik Elektoral
“Penerbitan kumpulan tulisan ini adalah...
© 2006 - 2010 Prakarsa-Rakyat.org. All Rights Reserved. Comment to : info@prakarsa-rakyat.org