10 September 2010
..:: Jangan Terpengaruh Dagelan Politik ::...  ..:: Selamat Datang di Portal Forum Belajar Bersama Prakarsa Rakyat ::.. ..:: Untuk Memperoleh Buletin SADAR, Silahkan Download Langsung di Kanal Download atau Kanal Buletin SADAR bagian atas::..
 
 
Keanggotaan




Pendaftaran ...
Lupa Sandi ...
 
6 Tahun Kematian Munir: Pelemahan Sistematis Proses Hukum Munir
6 Tahun Pembunuhan Munir
Merawat harapan menuju keadilan

Mereka Mengabaikan keadilan  kasus Munir
“pelemahan sistematis proses hukum Munir“


 
M e n u
Beranda
Editorial
IP Rakyat
Kilat
Gender
Fokus
Opini
Politik Lokal
Dinamika Militer
Globalisasi
Kabar Dari Seberang
Polling
Info Buku
Suara Anda
Download
 

Politik Mengalahkan Hukum
Tanggal : 08 Feb 2010
Sumber : Kompas

Prakarsa Rakyat,

Senin, 8 Februari 2010 | 13:29 WIB

Semarang, Kompas - Hukum di Indonesia hingga kini masih lemah dan tidak dihormati. Selain kepentingan politik dapat mengambil alih proses penegakan hukum, putusan yang dikeluarkan pengadilan pun belum bisa dijalankan dengan baik.

Demikian ringkasan rangkuman pidato Prof Dr Arief Hidayat SH MS dan Prof Dr Yos Johan Utama SH M Hum, saat dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang, Kamis (4/2) lalu, di Semarang.

Dalam pidato berjudul "Bernegara Itu Tidak Mudah (Dalam Perspektif Politik dan Hukum)", Arief yang juga Dekan Fakultas Undip mengungkapkan, Indonesia saat ini sedang dilemahkan oleh berbagai konflik internal. Untuk mengatasi kondisi ini, sistem yang ada harus segera dibenahi agar negara tidak hancur.

Yang menonjol adalah di bidang hukum, di mana politik masih menghegemoni hukum. "Ini terlihat dalam penyelesaian kasus Komisi Pemberantasan Korupsi dan Bank Century," kata Arief.

Dalam kasus KPK, kepentingan politik membuat kasus yang menjerat dua pimpinan KPK, Bibit Samad Riyanto dan Chandra Hamzah, berhenti di tengah jalan. Sementara dalam kasus Bank Century, persoalan menjadi panjang dan tidak hanya diselesaikan di institusi hukum, tetapi juga politik.

Peran politik dan hukum yang saling tumpang tindih ini membuat hasil sebuah proses hukum menjadi tidak seperti yang diharapkan. Selain itu, energi politik dalam proses hukum lebih besar dibandingkan energi hukum itu sendiri. "Hal ini terjadi karena ada krisis identitas dan jatidiri," kata Arief yang pada akhir pidato menyatakan seharusnya hukum menjadi pengawal dan penjaga eksistensi negara.

Ia menilai masyarakat Indonesia sekarang sedang sakit, dan kepercayaan rakyat akan hukum semakin melemah. Oleh karena itu, terpenting saat ini adalah membenahi proses hukum yang lemah pada pembuatannya maupun pelaksanaannya.

Putusan PTUN lemah

Sementara, Yos Johan Utama dalam pidato berjudul "Membangun Peradilan Tata Usaha Negara yang Berwibawa" lebih menekankan pada lemahnya sistem putusan di Pengadilan Tata Usaha Negara. Yang terjadi selama ini, pejabat yang biasanya menjadi tergugat dalam persidangan di PTUN enggan melaksanakan putusan itu.

Para pejabat tidak pernah takut untuk tidak melaksanakan putusan. Alasannya, kesalahan tersebut bukan menjadi kesalahan pribadi, tetapi kesalahan kedinasan.

"Sudah saatnya ada sanksi pidana bagi pejabat yang tidak mau melaksanakan putusan," ungkap Yos. (DEN)

[ Indeks | Versi Cetak | Kirim ke Teman ]

 Share

 

 
BBM Sepeda Motor Mau ke Langit
Hari ini di pangkalan ojeg Desa Kamojing ...
Humor Politik ” Pinggiran” (1)
Ini cerita/ kisah diskusi para warga Rt 5 sebagai ...

Silahkan klik untuk mengetahui Agenda sesuai tanggal yang diinginkan
« Sep 2010 »
M S S R K J S
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
       
 
07 Sep 2010  Rumah Adat Karo Menunggu Punah
07 Sep 2010  Kemendiknas dan KPK Susun Kurikulum Antikorupsi
06 Sep 2010  Wayang Potehi Berjuang Mencari Penerus
 
07 Sep 2010  Dipulangkan dari Malaysia, TKI Meninggal di RS Koja
07 Sep 2010  Kunjungan Presiden: Tiba-tiba Semua Tampak Sempurna
07 Sep 2010  Pasca Bencana: Sisa Bantuan Dikhawatirkan Tidak Cair
07 Sep 2010  Pengawasan Pemberian THR di Medan Masih Lemah
07 Sep 2010  Selamatkan Gaharu dan Cendana NTT
07 Sep 2010  Komnas HAM Selidiki Kasus Tual
07 Sep 2010  Hutan DAS Jeneberang Tinggal 13 Persen
07 Sep 2010  Vonis Rendah Memprihatinkan
07 Sep 2010  Calon Kapolri: Umumkan Nama-nama Calon ke Publik
07 Sep 2010  KPK: Jangan Pakai Fasilitas Negara
07 Sep 2010  Sengketa Perumahan Cenderung Meningkat
07 Sep 2010  Pembangunan Gedung Mewah DPR Akhirnya Ditunda
07 Sep 2010  Korupsi Pembangunan Gedung Baru DPR 6 Kali Lipat
07 Sep 2010  Dirumahkan, Pegawai KBS Buka Posko Keprihatinan
07 Sep 2010  ICW: Indonesia Surga Koruptor
 
Belajar Merebut Kekuasaan: Gerakan Rakyat Dalam Pusaran Krisis Ekonomi dan Politik Elektoral
“Penerbitan kumpulan tulisan ini adalah...
© 2006 - 2010 Prakarsa-Rakyat.org. All Rights Reserved. Comment to : info@prakarsa-rakyat.org