| |||||||||||
|
PLN Diminta Mendiskon Abonemen Pelanggan
Prakarsa Rakyat, Senin, 8 Februari 2010 | 04:04 WIB Medan, Kompas - PLN Wilayah Sumatera Utara diminta mengurangi jumlah nilai abonemen yang dibayarkan pelanggannya terkait pemadaman bergilir yang terus terjadi sejak beberapa hari terakhir dan belum jelas kapan berakhirnya. Pengurangan nilai abonemen merupakan hak pelanggan jika PLN dianggap tak mampu menyediakan jasa kelistrikan sesuai dengan ketentuan. ”Potongan abonemen ini, kan, hak pelanggan. Wajar, dong, abonemennya dikurangi karena, toh, PLN juga tidak sanggup memenuhi pelayanan listriknya secara maksimal,” ujar anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumatera Utara, Parlindungan Purba, di Medan, Minggu (7/2). Menurut Parlindungan, ia sudah membicarakan tuntutan pemotongan abonemen ini dengan PLN. ”Pada prinsipnya PLN tak berkeberatan untuk mengurangi nilai abonemen. Memang ad diatur ketentuannya, tetapi berapa besar yang dipotong dari abonemen tersebut saya kurang tahu persis,” ujarnya. Parlindungan sempat mengadakan pertemuan tertutup dengan PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Utara dan Tim Task Force PLN untuk pembangunan pembangkit di Sumut. Pertemuan digelar di PLTGU Sicanang, Belawan, yang beberapa hari terakhir mengalami gangguan dan menjadi penyebab terjadi pemadaman bergilir. Ketua Tim Task Force PLN Bambang Soesianto menyatakan akan mencari aturan yang mendukung pemberian kompensasi berupa pemotongan abonemen. Dia mengatakan, masyarakat juga membutuhkan kompensasi agar tidak terlalu kecewa dengan kondisi krisis listrik yang terjadi. ”Kami akan jajaki aturannya. Kami berharap kompensasi itu dapat menjadi pengobat kekecewaan masyarakat,” katanya. Dalam pertemuan tersebut, Parlindungan juga berjanji akan membantu PLN mendesak PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) yang mengoperasikan PLTA Asahan II memasok tambahan daya listrik hingga 90 megawatt (MW). Selama ini PLN dan PT Inalum melakukan barter energi listrik sebesar 45 MW. PT Inalum mengirim listrik sebesar 45 MW ke PLN saat beban puncak (malam hari). Sebagai gantinya, PLN mengirim daya listrik yang sama pada siang hari. ”Selama tahun 2010 ini banyak sekali peristiwa penting yang membutuhkan ketersediaan listrik dalam jumlah yang memadai. Ada pilkada di sejumlah daerah. Selain itu, masyarakat tentu butuh tontonan Piala Dunia pada bulan Juni nanti. Nah, persoalannya, PLN masih belum mampu menjamin ketersediaan listrik. Makanya, saya akan bantu PLN agar Inalum menaikkan jumlah barter daya listriknya menjadi 90 megawatt,” katanya. (BIL) [ Indeks | Versi Cetak | Kirim ke Teman ]
|