10 September 2010
..:: Jangan Terpengaruh Dagelan Politik ::...  ..:: Selamat Datang di Portal Forum Belajar Bersama Prakarsa Rakyat ::.. ..:: Untuk Memperoleh Buletin SADAR, Silahkan Download Langsung di Kanal Download atau Kanal Buletin SADAR bagian atas::..
 
 
Keanggotaan




Pendaftaran ...
Lupa Sandi ...
 
6 Tahun Kematian Munir: Pelemahan Sistematis Proses Hukum Munir
6 Tahun Pembunuhan Munir
Merawat harapan menuju keadilan

Mereka Mengabaikan keadilan  kasus Munir
“pelemahan sistematis proses hukum Munir“


 
M e n u
Beranda
Editorial
IP Rakyat
Kilat
Gender
Fokus
Opini
Politik Lokal
Dinamika Militer
Globalisasi
Kabar Dari Seberang
Polling
Info Buku
Suara Anda
Download
 

KPK Diminta Telusuri Perlakuan Khusus Lain
Tanggal : 08 Feb 2010
Sumber : Kompas

Prakarsa Rakyat,

Senin, 8 Februari 2010 | 02:49 WIB

Jakarta, Kompas - Komisi Pemberantasan Korupsi diminta untuk menelusuri kemungkinan adanya perlakuan istimewa lain yang diberikan Direktur Penuntutan KPK Ferry Wibisono kepada mantan Jaksa Agung Muda Intelijen Wisnu Subroto.

Perlakuan istimewa tersebut adalah diperkenankannya Wisnu keluar Gedung KPK melalui pintu samping seusai menjalani pemeriksaan sebagai saksi pada pekan lalu. Peristiwa itu seharusnya hanya dijadikan petunjuk kemungkinan rentetan perlakuan istimewa lainnya yang bisa jadi diberikan karena alasan loyalitas atau solidaritas korps.

”Saya tidak yakin peristiwa kemarin itu sebuah kebetulan. Ini by design (didesain). Ada rangkaian kegiatan yang perlu diwaspadai, perlakuan-perlakuan istimewa yang lain,” ujar Direktur Eksekutif Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Hasrul Halili, saat dihubungi, Sabtu (6/2).

Ungkapan hampir senada dilontarkan oleh Ketua Pelaksana Harian Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (Mappi) Hasril Hartanto. ”Itu memang bisa dilihat sebagai ungkapan kehormatan terhadap senior. Namun, dalam konteks sekarang, tindakan itu tidak tepat. Oleh karena itu, perlu ada pemeriksaan lebih jauh,” ujarnya.

Menurut Hasrul, peristiwa mengantar keluar via pintu samping yang dilakukan Ferry (yang juga jaksa) menunjukkan adanya loyalitas yang tetap tersisa kepada instansi asal (Kejaksaan Agung). Hal itu berpotensi menjadi problem, terutama jika yang diperiksa KPK adalah pimpinan kejaksaan.

”Potensi konflik kepentingannya luar biasa. Waspadai kalau misalnya orang yang bersangkutan ikut mengurus kasus itu juga. Kemungkinan tidak akan profesional,” ujarnya.

Terbuka

Terkait dengan proses pemeriksaan yang rencananya dilakukan oleh bagian Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat (PIPM) KPK, baik Hasrul Halili maupun Hasril Hartanto meminta agar dilakukan secara terbuka dan transparan. KPK harus menjelaskan setiap tahapan pemeriksaan yang dilakukan.

”Bila perlu dilakukan secara terbuka. Atau setidaknya hasil pemeriksaan internal itu harus dipublikasikan,” kata Hasril.

Sebelumnya, peneliti hukum Indonesia Corruption Watch, Febridiansyah, menyatakan bahwa tindakan Ferry diduga melanggar kode etik pegawai KPK, khususnya Pasal 7 Ayat 2 Huruf d Peraturan KPK Nomor 5 P/KPK Tahun 2006. Ketentuan tersebut menyebutkan bahwa pegawai KPK dilarang berhubungan langsung dengan calon terdakwa, tersangka, dan calon tersangka ataupun keluarganya yang perkaranya masih ditangani KPK (Kompas, 6/2).

Peristiwa tersebut, kata Hasrul, membuka wacana lama mengenai perlunya KPK memiliki penyidik dan jaksa independen. KPK membutuhkan aparat yang independen. Selain itu, Hasrul juga mengingatkan, aparat yang diperbantukan ke KPK bisa jadi orang yang bermasalah dan tidak steril dari judiciary corruption (korupsi peradilan). (ANA)

[ Indeks | Versi Cetak | Kirim ke Teman ]

 Share

 

 
BBM Sepeda Motor Mau ke Langit
Hari ini di pangkalan ojeg Desa Kamojing ...
Humor Politik ” Pinggiran” (1)
Ini cerita/ kisah diskusi para warga Rt 5 sebagai ...

Silahkan klik untuk mengetahui Agenda sesuai tanggal yang diinginkan
« Sep 2010 »
M S S R K J S
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
       
 
07 Sep 2010  Rumah Adat Karo Menunggu Punah
07 Sep 2010  Kemendiknas dan KPK Susun Kurikulum Antikorupsi
06 Sep 2010  Wayang Potehi Berjuang Mencari Penerus
 
07 Sep 2010  Dipulangkan dari Malaysia, TKI Meninggal di RS Koja
07 Sep 2010  Kunjungan Presiden: Tiba-tiba Semua Tampak Sempurna
07 Sep 2010  Pasca Bencana: Sisa Bantuan Dikhawatirkan Tidak Cair
07 Sep 2010  Pengawasan Pemberian THR di Medan Masih Lemah
07 Sep 2010  Selamatkan Gaharu dan Cendana NTT
07 Sep 2010  Komnas HAM Selidiki Kasus Tual
07 Sep 2010  Hutan DAS Jeneberang Tinggal 13 Persen
07 Sep 2010  Vonis Rendah Memprihatinkan
07 Sep 2010  Calon Kapolri: Umumkan Nama-nama Calon ke Publik
07 Sep 2010  KPK: Jangan Pakai Fasilitas Negara
07 Sep 2010  Sengketa Perumahan Cenderung Meningkat
07 Sep 2010  Pembangunan Gedung Mewah DPR Akhirnya Ditunda
07 Sep 2010  Korupsi Pembangunan Gedung Baru DPR 6 Kali Lipat
07 Sep 2010  Dirumahkan, Pegawai KBS Buka Posko Keprihatinan
07 Sep 2010  ICW: Indonesia Surga Koruptor
 
Belajar Merebut Kekuasaan: Gerakan Rakyat Dalam Pusaran Krisis Ekonomi dan Politik Elektoral
“Penerbitan kumpulan tulisan ini adalah...
© 2006 - 2010 Prakarsa-Rakyat.org. All Rights Reserved. Comment to : info@prakarsa-rakyat.org