10 September 2010
..:: Jangan Terpengaruh Dagelan Politik ::...  ..:: Selamat Datang di Portal Forum Belajar Bersama Prakarsa Rakyat ::.. ..:: Untuk Memperoleh Buletin SADAR, Silahkan Download Langsung di Kanal Download atau Kanal Buletin SADAR bagian atas::..
 
 
Keanggotaan




Pendaftaran ...
Lupa Sandi ...
 
6 Tahun Kematian Munir: Pelemahan Sistematis Proses Hukum Munir
6 Tahun Pembunuhan Munir
Merawat harapan menuju keadilan

Mereka Mengabaikan keadilan  kasus Munir
“pelemahan sistematis proses hukum Munir“


 
M e n u
Beranda
Editorial
IP Rakyat
Kilat
Gender
Fokus
Opini
Politik Lokal
Dinamika Militer
Globalisasi
Kabar Dari Seberang
Polling
Info Buku
Suara Anda
Download
 

Dibutuhkan, Pemimpin yang Paham Rakyat
Tanggal : 08 Feb 2010
Sumber : Kompas

Prakarsa Rakyat,

Sabtu, 6 Februari 2010 | 02:48 WIB

Jakarta, Kompas - Bangsa Indonesia membutuhkan pemimpin yang bisa memahami dan dipahami oleh masyarakat. Dua mantan presiden yang bisa melakukan kedua hal itu adalah Soekarno dan Abdurrahman Wahid.

Hal itu dikemukakan politisi PDI-P, Budiman Sudjatmiko, dalam peringatan 40 hari wafatnya mantan Presiden Abdurrahman Wahid dan salah satu pendiri Unika Atma Jaya, Frans Seda, dengan tema Membangun Ekonomi, Menata Pluralitas, Menghidupi Demokrasi untuk Indonesia Sejahtera yang diselenggarakan Unika Atma Jaya, Jumat (5/2). Pembicara lain yang hadir adalah Ketua PBNU Masdar Mas’udi dan Sekretaris Eksekutif Komisi Hak KWI Benny Susetyo Pr.

Dalam acara itu hadir pula putri Gus Dur, Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny Wahid), yang memberikan testimoni tentang Gus Dur semasa hidupnya. Adapun putri Frans Seda, Erry Seda, diwakili oleh Pembantu Rektor III Atma Jaya Yohanes Temaluru.

”Hanya dua mantan pemimpin yang bisa memahami dan dipahami oleh rakyatnya, yaitu Gus Dur dan Soekarno. Gus Dur bisa memakai bahasa petani, tetapi juga bisa rileks ketika bertemu dengan para pemimpin negara. Pemimpin seperti inilah yang kita butuhkan,” katanya.

Menurut Budiman, tidak ada gunanya apabila seorang pemimpin yang mempunyai pergaulan luas dan cerdas, tetapi tak dipahami oleh masyarakatnya. ”Nah, bagaimana supaya sosok-sosok seperti Frans Seda dan Gus Dur bisa tetap ada di tengah-tengah kita. Apakah dengan mengubah sistem pendidikan? Saya kira bukan cuma tanggung jawab bidang pendidikan, tetapi parpol juga harus mencarinya,” ungkapnya.

Yenny Wahid mengenang Gus Dur sebagai sosok yang memperjuangkan demokrasi yang bukan hanya sekadar tataran prosedural, tetapi juga bagaimana substansi demokrasi itu terwujud. ”Gus Dur selalu menganggap bahwa perbedaan adalah suatu rahmat bagi masyarakat. Sedangkan pada bidang ekonomi, Gus Dur mencita-citakan Indonesia seperti India yang memproduksi sendiri semua kebutuhannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Benny mengungkapkan, Gus Dur dan Frans Seda adalah dua tokoh yang bisa mengubah perspektif masyarakat. ”Gus Dur bisa mengubah NU lama mengakui Pancasila. Gus Dur juga menjadi agen perubahan ilmu-ilmu modern dalam pesantren,” kata Benny.

Ia mengatakan, Frans Seda juga melakukan hal yang sama. ”Frans Seda menyatakan, sistem ekonomi yang dijalankan harus jalan tengah, bukan kapitalisme dan bukan marxisme. Yang penting bagi Frans Seda adalah bagaimana menyejahterakan masyarakat,” katanya. (SIE)

[ Indeks | Versi Cetak | Kirim ke Teman ]

 Share

 

 
BBM Sepeda Motor Mau ke Langit
Hari ini di pangkalan ojeg Desa Kamojing ...
Humor Politik ” Pinggiran” (1)
Ini cerita/ kisah diskusi para warga Rt 5 sebagai ...

Silahkan klik untuk mengetahui Agenda sesuai tanggal yang diinginkan
« Sep 2010 »
M S S R K J S
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
       
 
07 Sep 2010  Rumah Adat Karo Menunggu Punah
07 Sep 2010  Kemendiknas dan KPK Susun Kurikulum Antikorupsi
06 Sep 2010  Wayang Potehi Berjuang Mencari Penerus
 
07 Sep 2010  Dipulangkan dari Malaysia, TKI Meninggal di RS Koja
07 Sep 2010  Kunjungan Presiden: Tiba-tiba Semua Tampak Sempurna
07 Sep 2010  Pasca Bencana: Sisa Bantuan Dikhawatirkan Tidak Cair
07 Sep 2010  Pengawasan Pemberian THR di Medan Masih Lemah
07 Sep 2010  Selamatkan Gaharu dan Cendana NTT
07 Sep 2010  Komnas HAM Selidiki Kasus Tual
07 Sep 2010  Hutan DAS Jeneberang Tinggal 13 Persen
07 Sep 2010  Vonis Rendah Memprihatinkan
07 Sep 2010  Calon Kapolri: Umumkan Nama-nama Calon ke Publik
07 Sep 2010  KPK: Jangan Pakai Fasilitas Negara
07 Sep 2010  Sengketa Perumahan Cenderung Meningkat
07 Sep 2010  Pembangunan Gedung Mewah DPR Akhirnya Ditunda
07 Sep 2010  Korupsi Pembangunan Gedung Baru DPR 6 Kali Lipat
07 Sep 2010  Dirumahkan, Pegawai KBS Buka Posko Keprihatinan
07 Sep 2010  ICW: Indonesia Surga Koruptor
 
Belajar Merebut Kekuasaan: Gerakan Rakyat Dalam Pusaran Krisis Ekonomi dan Politik Elektoral
“Penerbitan kumpulan tulisan ini adalah...
© 2006 - 2010 Prakarsa-Rakyat.org. All Rights Reserved. Comment to : info@prakarsa-rakyat.org