09 February 2010
..:: Dukung Pemberantasan Korupsi oleh KPK dan Tolak Pelemahan KPK ::...  ..:: Selamat Datang di Portal Forum Belajar Bersama Prakarsa Rakyat ::.. ..:: Untuk Memperoleh Buletin SADAR, Silahkan Download Langsung di Kanal Download::..
 
 
Keanggotaan




Pendaftaran ...
Lupa Sandi ...
 
Stop Kriminalisasi Aktifis! Tolak “Indonesia Solution!" Bebaskan Para Pengungsi!

Tolak Penjara Bagi Para Pencari Suaka di Indonesia dan Australia!
Rezim SBY-Budiono Boneka Australia!

Salam rakyat pekerja,

Lima tahun seratus hari Rezim Neoliberal ...
 
M e n u
Beranda
Editorial
IP Lokal
Kilat
Gender
Fokus
Opini
Politik Lokal
Dinamika Militer
Globalisasi
Kabar Dari Seberang
Polling
Info Buku
Suara Anda
Download
 

Parpol Tak Beri Harapan, Golput Naik
Tanggal : 25 Jul 2008
Sumber : Kompas

Prakarsa Rakyat,


Jumat, 25 Juli 2008 | 00:30 WIB

Jakarta, Kompas - Tingginya angka golongan putih atau golput, pemilih yang sengaja tak menggunakan hak pilihnya, di sejumlah pemilihan kepala daerah, kemungkinan terus berlanjut hingga Pemilu 2009. Hal ini bisa terjadi jika partai politik tak dapat memberikan harapan baru kepada masyarakat dan Komisi Pemilihan Umum tidak memperbaiki kinerjanya, terutama pada pendataan pemilih.

”Jika kondisinya tak berubah, golput pada Pemilu 2009 bisa naik hingga 20 persen dibandingkan Pemilu 2004,” ujar dosen Universitas Paramadina, Jakarta, Bima Arya Sugiarto, Kamis (24/7). Hal senada juga disampaikan Airlangga Pribadi Usman, pengajar di Universitas Airlangga, Surabaya.

Jika golput dan jumlah suara yang rusak pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2004 putaran pertama sebesar 24,60 persen dan menjadi 26,31 persen pada putaran kedua, dengan asumsi itu, golput pada Pilpres 2009 dapat sekitar 40 persen. Naiknya golput juga akan terjadi pada pemilihan anggota DPR, DPD, dan DPRD. ”Angka partisipasi menjadi salah satu ukuran kualitas demokrasi," kata Bima.

Perkiraan meningkatnya golput itu muncul, menyusul tingginya golput di sejumlah pilkada di Indonesia. Prediksi Litbang Kompas, golput pada pilkada Jatim, Rabu lalu, mencapai 39,2 persen. Ini berarti dari 29.061.718 pemilih, sekitar 11,4 juta di antaranya diduga tak menggunakan haknya.

Catatan Kompas, golput di Pilkada Banten, 26 November 2006, mencapai 39,17 persen. Di Pilkada DKI Jakarta (8/8/2007) sebesar 34,59 persen, Pilkada Jawa Barat (13/4/2008) 32,7 persen, dan Pilkada Jawa Tengah (22/6/2008) mencapai 41,5 persen.

Menurut anggota KPU Jatim, Arief Budiman, salah satu cara meningkatkan partisipasi dalam pilkada adalah dengan memudahkan pemilih menggunakan haknya, misalnya cukup menunjukkan kartu tanda penduduk.

Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Jeirry Sumampouw di Surabaya, Kamis, mengakui, buruknya pendataan pemilih ini setidaknya ditemukan dalam Pilkada Sumatera Utara, Jabar, Jateng, dan Jatim. Rendahnya partisipasi pemilih dalam sejumlah pilkada umumnya disebabkan buruknya pendataan pemilih. Namun, KPU di daerah tidak dapat disalahkan sepenuhnya karena data pemilih itu berasal dari data kependudukan milik pemerintah yang buruk.

Kejenuhan kepada calon

Menurut Bima, golput juga disebabkan jenuhnya masyarakat kepada parpol dan calon yang muncul, yang dinilai tidak dapat memberikan perubahan berarti. Parpol harus mengubah dirinya hingga dapat memberi harapan baru kepada masyarakat, baik dalam bentuk figur yang ditampilkan maupun model kampanyenya.

Bima meyakini golput akan jauh berkurang jika muncul tokoh baru yang dianggap dapat memberi warna baru di masyarakat. ”Kemunculan Barrack Obama dan Hillary Clinton dalam pemilihan presiden Amerika Serikat merupakan contoh. Kedua orang itu mampu memberikan harapan baru sehingga kemunculannya berhasil meningkatkan antusiasme pemilih,” ujarnya.

Airlangga juga mengingatkan, ”Jika dalam Pilpres 2009 parpol masih memunculkan tokoh lama yang prestasi dan kinerjanya sudah diketahui masyarakat, golput akan semakin besar. Parpol harus berani membuat terobosan dengan memunculkan tokoh baru.”

Tokoh baru juga dibutuhkan, ujar Airlangga, untuk regenerasi kepemimpinan di Indonesia. (nwo/idr/dwa/mzw)

[ Indeks | Versi Cetak | Kirim ke Teman | Tanggapan ]

 

 
SBY Ubah Akte Kelahiran?
Kepada Yth;Seluruh Rakyat Indonesiadi mana saja ...
"Hemangnya Ikke Vikirin" AIDS
Rudy BadilSobat, hati-hati bahaya HIV di ...

Silahkan klik untuk mengetahui Agenda sesuai tanggal yang diinginkan
« Feb 2010 »
M S S R K J S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28      
       
 
08 Feb 2010  Jejaring Sosial di Mata Seorang Tukang Becak
08 Feb 2010  Terjegal Budaya Lokal Ewuh Pekewuh
08 Feb 2010  Melihat Sejarah Peradaban Manusia dari Yogyakarta
 
08 Feb 2010  Diharapkan Peradilan Anak Tanpa Diskriminasi
08 Feb 2010  Politik Mengalahkan Hukum
08 Feb 2010  PLN Diminta Mendiskon Abonemen Pelanggan
08 Feb 2010  Hutan Lindung Dirusak
08 Feb 2010  KPK Diminta Telusuri Perlakuan Khusus Lain
08 Feb 2010  Sejuta Doa untuk Gus Dur
08 Feb 2010  Tambang Berindikasi Pidana
08 Feb 2010  Energi Ikhlas Iringi Gus Dur
08 Feb 2010  Dibutuhkan, Pemimpin yang Paham Rakyat
08 Feb 2010  Nasib Petambak Plasma Eks Dipasena Tak Pasti
08 Feb 2010  Setelah Ada Fasilitas, Ada Keuangan Negara
08 Feb 2010  Imigran Tertahan di Pelabuhan
08 Feb 2010  Beras Operasi Pasar Tak Terbeli, Konsumsi Singkong Meluas
08 Feb 2010  Pemegang SKTM DKI Tidak Gratis Berobat
08 Feb 2010  Ketika Warga Tak Peduli Lagi dengan Hutan
 
Pertambangan di Flores-Lembata: Berkah atau Kutuk?
Polemik Industri Pertambangan ...
© 2006 Prakarsa-Rakyat.org. All Rights Reserved. Comment to : info@prakarsa-rakyat.org