| |
 |
Keanggotaan |
|
 |
|
|
|
|

Pesona Negara Kedua
| Tanggal : | 19 Jul 2006 |
| Sumber : | koran tempo |
Prakarsa Rakyat, Martin Jankowski terhenyak di suatu pagi pada 2003. Untuk pertama kalinya, ia naik kereta api jurusan Jakarta-Bogor menuju Universitas Indonesia, tempat ia didapuk sebagai dosen tamu.
Sarana transportasi negara berkembang tersebut membekap penyair kelahiran Jerman Timur, 41 tahun lalu itu. Jankowski, yang tengah berkeliling Jawa Timur dan Jawa Tengah hingga 21 Juli mendatang, memang tak pernah menjumpai kereta kumuh padat penumpang di negara asalnya.
Kesan mendalam akan perjalanan dengan kereta komuter itu menggugah minat Jankowski untuk menciptakan sebuah puisi. Dalam puisi bertajuk sama dengan kereta yang ia naiki, Kereta Jakarta-Bogor, Jankowski merekam setiap detak, denyaran, dan nuansa perjalanan dalam kata. Di awal puisinya yang sangat panjang, ia memasukkan sebait puisi karya salah satu maestro penyair Indonesia, Taufiq Ismail.
Rasa haru pun menyergapnya ketika Taufiq Ismail membacakan puisi Kereta Jakarta-Bogor pada acara Festival Puisi Internasional Indonesia di Palembang awal Juli lalu. "Taufiq berkata kepada saya, banyak hal kecil yang luput dari pengamatan kami (bangsa Indonesia), tapi dapat anda rangkaikan dalam kata-kata," ujar Jankowski dengan senyum lebar kepada Tempo.
Indonesia seakan telah menjadi negara kedua bagi ayah berputri satu ini. Berawal dari undangan penyair Rendra untuk mengikuti Festival Puisi Internasional Indonesia 2002, Jankowski memiliki banyak kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai daerah di Indonesia.
Selama perjalanan tersebut ia membuat sebuah diary untuk kepentingan pribadinya. "Keluarga saya di Jerman menginginkan oleh-oleh tentang Indonesia. Berhubung saya tak bisa memotret, saya membuat tulisan untuk menggambarkan setiap daerah yang saya kunjungi," katanya.
Kumpulan tulisan ini kemudian digubahnya menjadi serangkaian puisi yang khusus menggambarkan Indonesia dari sudut pandangnya. Salah satunya adalah puisi Kereta Jakarta-Bogor tadi. Kumpulan puisi ini kemudian diterbitkan di Indonesia untuk pertama kali pada akhir 2005.
Buku dwibahasa Jerman-Indonesia ini diberi tajuk Detik-detik Indonesia. "Buku ini merekam setiap momen yang terjadi saat itu. Meski sederhana, saya berusaha menjelaskan kondisi Indonesia kepada masyarakat Jerman dan perasaan masyarakat Jerman kepada Indonesia," ucapnya.
Satu hal yang ia pelajari di Indonesia, ternyata tak banyak hal yang sangat berbeda. Maklum, sebagai mantan warga Jerman Timur, ia sangat paham dengan kondisi Indonesia yang pernah berada dalam kungkungan diktator, kemudian menggenggam kebebasan. Jankowski memang kenyang dengan pengalaman pahit dalam rezim otoriter.
Saat usianya menginjak 14 tahun, puisi pertamanya dipublikasikan. Hasilnya luar biasa: rezim penguasa langsung membencinya. Ia tak boleh menginjak bangku sekolah lagi. Bahkan ketika berusia 17 tahun, ia mulai dimata-matai polisi khusus Jerman. "Saat itu saya santai saja. Padahal setelah dewasa saya baru tahu bahwa mereka bisa sewaktu-waktu membunuh saya," katanya dengan tawa berderai.
Karena tak bisa menulis dengan leluasa, Jankowski pun mulai memutar otak. Ia pun memutuskan menjadi penulis lirik lagu pada gerakan bawah tanah. Tak hanya itu, menulis puisi, cerpen, novel, dan esai pun ia lakukan, meski juga di bawah tanah. Bersama rekan-rekannya, ia berjuang membawa Jerman Timur ke dalam kondisi yang lebih baik. Terkurung di baik jeruji besi pun sering ia rasakan.
Doanya pun terjawab sudah. Pada 1989, perjuangan damai mereka memperoleh jawaban. Tembok Berlin yang runtuh menggemuruh dapat ia saksikan di Leipzig, tempat bermukimnya selama ini. Revolusi damai itu pun ia tahbiskan dalam sebuah novel bertajuk Rabet oder Das Verschwinden einer Himmelrichtung (Rabet atau Hilangnya Sebuah Mata Angin) pada 1999.
Memang Jankowski belum pernah bepergian selain ke Indonesia dan Rusia. Namun, semua hal positif dan negatif tentang Indonesia, termasuk kesamaan sejarah, membuatnya terikat. Terikat pada Indonesia. SITA PLANASARI A
[ Indeks | Versi Cetak | Kirim ke Teman ] |
|
 |
| Silahkan klik untuk mengetahui Agenda sesuai tanggal yang diinginkan | |
 |
|
|
| | |