10 September 2010
..:: Jangan Terpengaruh Dagelan Politik ::...  ..:: Selamat Datang di Portal Forum Belajar Bersama Prakarsa Rakyat ::.. ..:: Untuk Memperoleh Buletin SADAR, Silahkan Download Langsung di Kanal Download atau Kanal Buletin SADAR bagian atas::..
 
 
Keanggotaan




Pendaftaran ...
Lupa Sandi ...
 
6 Tahun Kematian Munir: Pelemahan Sistematis Proses Hukum Munir
6 Tahun Pembunuhan Munir
Merawat harapan menuju keadilan

Mereka Mengabaikan keadilan  kasus Munir
“pelemahan sistematis proses hukum Munir“


 
M e n u
Beranda
Editorial
IP Rakyat
Kilat
Gender
Fokus
Opini
Politik Lokal
Dinamika Militer
Globalisasi
Kabar Dari Seberang
Polling
Info Buku
Suara Anda
Download
 

Terjegal Budaya Lokal Ewuh Pekewuh
Tanggal : 08 Feb 2010
Sumber : Kompas

Prakarsa Rakyat,
Senin, 8 Februari 2010 | 13:50 WIB

Pemberantasan korupsi di negeri ini terus-menerus menjadi pertanyaan inti. Banyak pihak sangsi atas kinerja pemerintah melawan korupsi sembari berharap penegak hukum terus berprestasi memberantas korupsi.

Kesangsian dan harapan itu menyebar juga di Jawa Barat dan, tentu saja, Bandung. Pemberantasan korupsi di Jabar belum menunjukkan prestasi membanggakan. "Belum ada satu pun kasus korupsi yang ditangani secara tuntas," kata Konsulat Nasional Gerakan Rakyat Anti Korupsi Harlans M Fachra di Bandung, Minggu (7/2).

Salah satu kasus di Jabar yang akhirnya terbilang tuntas adalah korupsi proyek pengadaan alat berat dan mobil pemadam kebakaran senilai Rp 72 miliar. Mantan Gubernur Jabar Danny Setiawan divonis 4 tahun pada pertengahan 2009. "Tapi, ini kan bukan perstasi penegak hukum di Jabar, melainkan Komisi Pemberantasan Korupsi," kata Harlans.

Kasus korupsi di Jabar biasanya berakhir dengan tanda tanya. Contoh yang paling menonjol adalah kasus Kavling Gate yang melibatkan 100 mantan anggota DPRD Jabar. Setelah mantan Ketua DPRD Jabar Eka Santosa divonis bebas dalam kasus dugaan korupsi senilai Rp 33,4 miliar itu, kasus tersebut seolah menguap.

Terakhir, publik mulai meraba arah penanganan kasus dugaan korupsi dana pedagang kaki lima Rp 2,5 miliar yang melibatkan dua pejabat Pemkot Bandung. Bebasnya Iwan Suhermawan dari dakwaan dicurigai menjadi awal bebasnya dua pejabat tersebut. "Tapi, perlu ditunggu karena prosesnya masih berjalan," kata pakar hukum dari Universitas Padjadjaran, Indra Perwira.

Meski demikian, ia menilai jalan pemberantasan korupsi masih lambat. Faktor pengganjal utama pemberantasan korupsi adalah budaya lokal. Kasus Kavling Gate, misalnya, baru tertangani setelah Kepala Kejaksaan Tinggi Jabar berganti-ganti sampai lima kali. Banyak pihak enggan mengungkapkan kejadian sebenarnya karena takut menyakiti teman atau atasannya.

Ewuh pekewuh

Budaya yang tecermin dalam ungkapan silih asah, silih asih, dan silih asuh, serta sedulur, selembur, sekasur membuat orang enggan menyakiti hati atau menyengsarakan orang lain. "Apalagi jika tersangkanya adalah atasan yang murah hati dan suka bagi-bagi sehingga memunculkan sikap ewuh pekewuh, segan. Para tersangka yang akhirnya masuk penjara itu biasanya orang yang tidak suka bagi-bagi," kata Indra.

Indra menduga, budaya ewuh pekewuh tumbuh dalam lembaga semacam musyawarah pimpinan daerah (muspida) yang melibatkan badan eksekutif, yudikatif, polisi, dan tentara. Terdapat unsur politik dalam lembaga itu yang memungkinkan antarbadan berkonsolidasi.

"Muspida hanya menjadi forum cincai-cincai (lobi politik) kasus korupsi. Menurut saya, bubarkan saja muspida," kata Harlans.

Bagi Harlans, pemberantasan korupsi akan efektif jika pucuk pimpinan seperti gubernur atau wali kota mampu mencerminkan itikad kuat memerangi korupsi. Sayangnya, ia tidak melihat itu pada diri Gubernur Jabar dan Wali Kota Bandung.

Indra menambahkan, prinsip good governance perlu ditegakkan untuk memerangi korupsi. Program pemberian insentif berbasis kinerja seperti yang dilakukan Pemprov Jabar bisa menjadi titik awal. (Mohammad Hilmi Faiq)

[ Indeks | Versi Cetak | Kirim ke Teman ]

 Share

 

 
BBM Sepeda Motor Mau ke Langit
Hari ini di pangkalan ojeg Desa Kamojing ...
Humor Politik ” Pinggiran” (1)
Ini cerita/ kisah diskusi para warga Rt 5 sebagai ...

Silahkan klik untuk mengetahui Agenda sesuai tanggal yang diinginkan
« Sep 2010 »
M S S R K J S
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
       
 
07 Sep 2010  Rumah Adat Karo Menunggu Punah
07 Sep 2010  Kemendiknas dan KPK Susun Kurikulum Antikorupsi
06 Sep 2010  Wayang Potehi Berjuang Mencari Penerus
 
07 Sep 2010  Dipulangkan dari Malaysia, TKI Meninggal di RS Koja
07 Sep 2010  Kunjungan Presiden: Tiba-tiba Semua Tampak Sempurna
07 Sep 2010  Pasca Bencana: Sisa Bantuan Dikhawatirkan Tidak Cair
07 Sep 2010  Pengawasan Pemberian THR di Medan Masih Lemah
07 Sep 2010  Selamatkan Gaharu dan Cendana NTT
07 Sep 2010  Komnas HAM Selidiki Kasus Tual
07 Sep 2010  Hutan DAS Jeneberang Tinggal 13 Persen
07 Sep 2010  Vonis Rendah Memprihatinkan
07 Sep 2010  Calon Kapolri: Umumkan Nama-nama Calon ke Publik
07 Sep 2010  KPK: Jangan Pakai Fasilitas Negara
07 Sep 2010  Sengketa Perumahan Cenderung Meningkat
07 Sep 2010  Pembangunan Gedung Mewah DPR Akhirnya Ditunda
07 Sep 2010  Korupsi Pembangunan Gedung Baru DPR 6 Kali Lipat
07 Sep 2010  Dirumahkan, Pegawai KBS Buka Posko Keprihatinan
07 Sep 2010  ICW: Indonesia Surga Koruptor
 
Belajar Merebut Kekuasaan: Gerakan Rakyat Dalam Pusaran Krisis Ekonomi dan Politik Elektoral
“Penerbitan kumpulan tulisan ini adalah...
© 2006 - 2010 Prakarsa-Rakyat.org. All Rights Reserved. Comment to : info@prakarsa-rakyat.org