07 September 2010
..:: Jangan Terpengaruh Dagelan Politik ::...  ..:: Selamat Datang di Portal Forum Belajar Bersama Prakarsa Rakyat ::.. ..:: Untuk Memperoleh Buletin SADAR, Silahkan Download Langsung di Kanal Download atau Kanal Buletin SADAR bagian atas::..
 
 
Keanggotaan




Pendaftaran ...
Lupa Sandi ...
 
Mendesak Penyelidikan Menyeluruh atas Peristiwa Kekerasan di Buol
Kepada Yang Terhormat,
Kepala POLRI
Jenderal Polisi Drs.H. Bambang Hendarso Danuri, MM.
di-
J a k a r t a


Salam sejahtera,

Kami mengapresiasi langkah ...
 
M e n u
Beranda
Editorial
IP Rakyat
Kilat
Gender
Fokus
Opini
Politik Lokal
Dinamika Militer
Globalisasi
Kabar Dari Seberang
Polling
Info Buku
Suara Anda
Download
 

Ritel Asing Harus Dibatasi
Tanggal : 02 Feb 2010
Sumber : Sinar Harapan

Prakarsa Rakyat,

 

Senin, 01 Pebruari 2010 13:45

OLEH: MILA NOVITA/SATOTO BUDI

Jakarta - Pemerintah harus membatasi ekspansi dan penguasaan asing atas ritel modern di Indonesia. Pembatasan itu dilakukan untuk melindungi pedagang kecil yang keberadaannya terancam karena ritel-ritel tersebut.

Anggota Komisi VI DPR RI Edhi Prabowo mengatakan, ritel modern, seperti Carrefour, Giant, atau Hypermart seha­rus­nya ditempatkan jauh di pusat kota atau pasar tradisi­onal. ”Kita harus menempat­kan mereka pada posisi yang tepat. Di negara-negara maju, mereka (ritel modern) ditempatkan di luar kota, tidak boleh di tengah kota atau di dekat pasar,” katanya kepada SH, Senin (1/2).
Hal itu dikatakan Edhi terkait dengan rencana relokasi Carrefour dari pusat perbelanjaan Palembang Square ke la­han milik pemerintah di Ja­ka­baring, Palembang, Sumatera Selatan. Dikhawatirkan, relo­kasi itu akan menggerus keberadaan sekitar 3.600 pedagang kecil yang menjalankan usahanya di kawasan tersebut.
Pendapat yang sama juga disampaikan Ketua Komite Tetap Perdagangan Dalam Negeri Kamar Dagang dan In­dustri (Kadin) Indonesia Bambang Soesatyo di Jakarta, Minggu (31/1). Menurut dia, peritel asing memiliki posisi tawar yang tinggi sehingga pedagang kecil tidak akan pernah mampu bersaing. “Bahkan tidak jarang mereka (peritel asing besar) melakukan dum­ping. Oleh karena itu, pemerintah, terutama Menteri Per­da­gangan dan pejabat di daerah juga harus mengatur secara te­gas ritel tersebut,”  kata Bam­bang. Lebih mengenaskan lagi, aturan yang ada untuk melindungi para pedagang kecil itu tidak ditindaklanjuti pejabat pelaksana aturan tersebut.
    
Tidak Miliki Kebijakan
Secara terpisah, pengamat ekonomi ECONIT Hendri Saparini mengatakan, peme­rintah tidak memiliki kebijakan yang adil bagi pedagang kecil “Data dari organisasi ritel internasional, Indonesia adalah salah satu negara dengan sektor (bisnis) ritel yang paling li­beral karena keberadaan asing tidak diatur,” ujarnya. Ia menga­takan, di negara maju, seperti Inggris, Jepang, dan Korea, penguasaan asing pada ritel dibatasi hanya 1-3 persen. Sementara itu, di Indonesia mencapai 13 persen.
Peraturan yang ada saat ini, seperti Peraturan Presiden (Per­pres) No 112 Tahun 2007 serta Peraturan Menteri Per­dagangan (Permendag) No 53 Tahun 2008 tentang Pena­taan dan Pem­binaan Pasar Tra­disional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern, harus diubah agar dapat melindungi pedagang kecil.
“Peritel asing itu di-back up pemerintah melalui berbagai lobi sehingga itu bukan lagi persaingan antarpelaku bisnis. Jadi, pedagang kecil kalah bersaing bukan karena kalah dalam persaingan, tapi karena kondisi usahanya yang bermo­dal kecil tidak memungkinkan untuk itu,” kata Hendri.
Sementara itu Corporate Affairs Director PT Carrefour Indonesia Irawan Kadarman yang dihubungi SH, Senin pagi, mengaku berdasarkan aturan yang ada Carrefour juga punya hak dan kewajiban yang sama dalam menjalankan usahanya. “Acuan Kita dalam menjalankan usaha di Indonesia adalah Un­dang-undang,” ujarnya terkait dengan berbagai desakan pembatasan ritel asing.(ant)

[ Indeks | Versi Cetak | Kirim ke Teman ]

 Share

 

 
BBM Sepeda Motor Mau ke Langit
Hari ini di pangkalan ojeg Desa Kamojing ...
Humor Politik ” Pinggiran” (1)
Ini cerita/ kisah diskusi para warga Rt 5 sebagai ...

Silahkan klik untuk mengetahui Agenda sesuai tanggal yang diinginkan
« Sep 2010 »
M S S R K J S
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
       
 
06 Sep 2010  Wayang Potehi Berjuang Mencari Penerus
03 Sep 2010  Mewarisi Semangat Sunan Kalijaga
03 Sep 2010  Kampung Cigugur, Persemaian Ajaran Kebaikan
 
06 Sep 2010  Jenazah TKI Korban Sita Dokumen Dipulangkan
06 Sep 2010  Merem Saja Bisa Memilih Ketua KPK
06 Sep 2010  Tabung Gas Marak Meledak, Industri Kompor Minyak Tanah Kembali Bangkit
06 Sep 2010  Sidney Jones: Penguatan Demokrasi dan Pemberantasan Korupsi Dapat Menghapus Terorisme di Indonesia
06 Sep 2010  TII: Pejabat Publik Banyak Gunakan Fasilitas Negara Saat Lebaran
06 Sep 2010  Wartawan Papua Demo PWI
06 Sep 2010  ICW Desak PDIP Tak Bela Kader Tersangka Korupsi
03 Sep 2010  TKI asal Lumajang Meninggal di Rumah Sakit Koja
03 Sep 2010  Blokade Jalan Tuntut THR
03 Sep 2010  Penghuni Rumah Liar Merasa Digantung
03 Sep 2010  Birokrasi: Pendataan Ketenagakerjaan Lemah
03 Sep 2010  LBH Desak Gubernur
03 Sep 2010  Dugaan Korupsi: Kasus di MUI Akan Diselesaikan Cepat
03 Sep 2010  Petani TLS Tagih Janji
03 Sep 2010  Perusahaan Diminta Segera Bagikan THR
 
Belajar Merebut Kekuasaan: Gerakan Rakyat Dalam Pusaran Krisis Ekonomi dan Politik Elektoral
“Penerbitan kumpulan tulisan ini adalah...
© 2006 - 2010 Prakarsa-Rakyat.org. All Rights Reserved. Comment to : info@prakarsa-rakyat.org